Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Prosedur Operasional Standar (pos) Penyelenggaraan Asesmen Nasional (an) Tahun 2022

Prosedur Operasional Standar (pos) Penyelenggaraan Asesmen Nasional (an) Tahun 2022


PENDIDIK.ID  – Khusus kali ini karena kegiatan Asesmen Nasional semakin dekat kami akan membahas Prosedur Operasional Standar atau POS AN, Ketahuilah sebelum terlambat.

Berdasarkan Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2022 atau POS AN (ANBK) Tahun 2022, yang dimaksud Prosedur Operasi Standar Asesmen Nasional yang selanjutnya disebut POS AN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan & teknis aplikasi Asesmen Nasional. 

Asesmen Nasional yg selanjutnya disingkat AN adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah buat pemetaan mutu sistem pendidikan dalam tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah menggunakan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.

Asesmen Kompetensi Minimum yg selanjutnya disingkat AKM merupakan pengukuran kompetensi siswa pada Literasi Membaca & Literasi Matematika (Numerasi). 

Literasi Membaca merupakan kemampuan buat memahami, memakai, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks buat menyelesaikan masalah dan berbagi kapasitas individu sebagai wargaIndonesia dan masyarakat dunia supaya bisa berkontribusi secara produktif di warga . 

Numerasi merupakan akal budi menggunakan konsep, prosedur, warta, dan indera matematika buat menyelesaikan masalah sehari-hari dalam banyak sekali jenis konteks yang relevan buat individu menjadi masyarakat negara Indonesia dan dunia. Survei Karakter merupakan pengukuran terhadap perilaku, norma, nilai-nilai (values) dari enam aspek Profil Pelajar Pancasila. 

Survei Lingkungan Belajar adalah pengukuran kualitas pembelajaran & iklim sekolah yg menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan. Asesmen Nasional Berbasis Komputer yg selanjutnya disingkat ANBK adalah asesmen yang menggunakan personal komputersecara daring & semidaring menjadi media buat menampilkan & menjawab soal.

ADAPUN RUANG LINGKUP POS AN (ANBK) TAHUN 2022 MELIPUTI:

kepesertaan asesmen nasional;pelaksana asesmen nasional;penyiapan instrumen asesmen nasional aplikasi & penyiapan teknis AN peserta didik, pelaksanaan survei lingkungan belajar buat ketua satuan pendidikan dan pendidik;pengolahan dan pelaporan output asesmen nasional, pemantauan & evaluasi,  dan biaya pelaksanaan asesmen nasional, prosedur penanganan kasus & tindak lanjut;hukuman; & hambatan pada aplikasi AN.

Dinyatakan dalam POS ANBK SD/MI, Sekolah Menengah pertama/MTs SMA/MA/SMKTahun 2022, bahwa Lingkup Satuan Pendidikan Peserta Asesmen Nasional, merupakan :

1) AN diikuti oleh Satuan Pendidikan, Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yg terdaftar dalam Dapodik atau EMIS dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang valid.

2) Satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam angka 1 yang melaksanakan Asesmen Nasional pada tahun 2022 meliputi seluruh Satuan Pendidikan dalam wilayah yg diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berdasarkan penetapan pemerintah, dalam periode saat gladi bersih dan pelaksanaan AN sinkron dengan jadwal pelaksanaan AN sebagaimana dimaksud pada BAB XII nomor2.Peserta Asesmen Nasional dalam Satuan PendidikanPeserta Asesmen Nasional dari setiap satuan pendidikan terdiri atas:

  • A. Peserta didik yg terpilih sebagai sampel dalam satuan pendidikan.
  • B. Peserta didik pada SILN yg terpilih menjadi sampel hanya pada sekolah induk.
  • C. Peserta didik mengikuti AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

3. Seluruh Pendidik dan Kepala satuan pendidikan mengikuti Survei Lingkungan Belajar termasuk pada satuan pendidikan yg peserta didiknya nir mengikuti AN.

4. Pendidik yang mengajar pada satu atau lebih berdasarkan satu satuan Pendidikan, dengan mempunyai NPSN tidak sama, mengisi Survei Lingkungan Belajar buat setiap satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar.

5. Kepala satuan pendidikan yang menjabat dalam satu atau lebih berdasarkan satu satuan pendidikan, dengan memiliki NPSN tidak sama, mengisi Survei Lingkungan Belajar buat setiap satuan pendidikan loka yg bersangkutan bertugas.

PERSYARATAN PESERTA DIDIK ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

Peserta didik yang terdaftar pada pangkalan Dapodik atau EMIS yg mempunyai Nomor Induk Sekolah Nasional (NISN) valid.

Peserta didik masih aktif belajar pada satuan pendidikan:

a. jenjang SD/MI/Paket A/PKPPS Ula dan yg sederajat kelas lima pada waktu pelaksanaan AN;

b. jenjang SMP/MTs/Paket B/PKPPS Wustha dan yang sederajat kelas 8 dalam waktu aplikasi AN; atau

c. jenjang SMA/MA/Sekolah Menengah Kejuruan/MAK/Paket C/PKPPS Ulya & yang sederajat kelas 11 pada waktu aplikasi AN.

3. Peserta didik AN pada SLB adalah peserta didik tunarungu & tunadaksa yg tidak memiliki ketunaan tambahan & kendala bahasa/membaca serta bisa mengerjakan AN secara berdikari.

4. Peserta didik AN dalam sekolah inklusi adalah peserta didik tunarungu & tunadaksa yang tidak mempunyai ketunaan tambahan & kendala bahasa/membaca dan dapat mengerjakan AN secara berdikari

5. Peserta didik yg memiliki kendala bahasa/membaca pada satuan pendidikan generik atau satuan pendidikan luar biasa nir mengikuti AN.

6. Peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar/MI/Paket A/PKPPS Ula sederajat yang memiliki laporan evaluasi output belajar mulai semester gasal kelas 1 hingga menggunakan semester genap kelas 4.

7. Peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah pertama/MTs/Paket B/PKPPS Wustha sederajat yang mempunyai laporan evaluasi output belajar semester gasal & genap kelas 7.

8. Peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Atas/MA/SMK/MAK/Paket C/PKPPS Ulya sederajat yang memiliki laporan evaluasi hasil belajar semester ganjil& genap kelas 10.

PERSYARATAN PENDIDIK ADALAH SEBAGAI BERIKUT

  1. Pendidik yang berstatus sebagai aparatur sipil negara dan non aparatur sipil negara.
  2. Terdaftar pada sistem Dapodik atau EMIS.
  3. Aktif mengajar dalam satuan pendidikan.

PERSYARATAN KEPALA SEKOLAH ADALAH SEBAGAI BERIKUT

  1. Kepala Satuan Pendidikan yang berstatus sebagai aparatur sipil negara & non aparatur sipil negara.
  2. Terdaftar pada sistem Dapodik atau EMIS.
  3. Aktif menjabat sebagai kepala satuan pendidikan pada satuan pendidikan.

PEMILIHAN PESERTA DIDIK SEBAGAI BERIKUT:

Peserta didik yang mengikuti AN adalah siswa yang terpilih secara acak (secara acak) pada setiap satuan pendidikan menggunakan metode yang ditetapkan sang Kementerian.Jumlah peserta didik yang dipilih buat mengikuti AN pada setiap satuan pendidikan ditentukan menjadi berikut:

a. Jenjang SD/MI & yang sederajat aporisma 30 orang dan cadangan 5 orang.

b. Jenjang Sekolah Menengah pertama/MTs & yg sederajat maksimal45 orang dan cadangan 5 orang.

c. Jenjang SMA/MA/Sekolah Menengah Kejuruan/MAK & yg sederajat maksimal45 orang & cadangan lima orang.

d. Jenjang SDLB aporisma 30 orang dan cadangan lima orang.

e. Jenjang SMPLB aporisma 45 orang & cadangan 5 orang.

f. Jenjang SMALB maksimal45 orang dan cadangan 5 orang.

g. Jenjang Paket A/PKPPS Ula maksimal30 orang & cadangan 5 orang;

h. Jenjang Paket B/PKPPS Wustha maksimal45 orang & cadangan lima orang; &

i. Jenjang Paket C/PKPPS Ulya maksimal45 orang dan cadangan lima orang.

Tidak ada penggantian peserta didik yg dipilih buat mengikuti AN dalam setiap satuan pendidikan selesainya Daftar Nominasi Tetap (DNT) diterbitkan.


PENDAFTARAN PESERTA ASESMEN NASIONAL

1. Pengelola data pada setiap satuan pendidikan mendata siswa, pendidik, dan kepala satuan pendidikan yang terdapat di satuan pendidikannya masing-masing.

2. Peserta didik, pendidik, & kepala satuan pendidikan yang berkewarganegaraan Indonesia (WNI) pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), dan Program Pendidikan Kesetaraan di luar negeri didaftarkan menjadi calon peserta Asesmen Nasional.

tiga. Satuan pendidikan pada binaan Kementerian mendata peserta AN (siswa, pendidik, & ketua satuan pendidikan) ke pangkalan data Dapodik.

4. Satuan pendidikan dalam binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama mendata peserta (siswa, pendidik, & ketua satuan pendidikan) ke pangkalan data EMIS.

5. Satuan pendidikan pada binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama mendata siswa, pendidik, & ketua satuan pendidikan ke pangkalan data Dapodik.

6. Pengelola data di setiap satuan pendidikan melakukan proses pembuktian dan validasi peserta didik menurut NISN dalam sistem verval PD yang disediakan sentra yg membidangi fungsi pengelolaan data & teknologi liputan Kementerian.

7. Pengelola data di setiap satuan pendidikan mendaftarkan siswa yg mempunyai NISN valid.

8. Pendaftaran peserta didik melalui mekanisme tarik data menurut laman pd.data.kemdikbud.go.id ke laman pendataan AN.

9. Proses sampling peserta utama & candangan dilakukan secara otomatis menggunakan metode yang ditetapkan sang Kementerian dalam page pendataan asesmen oleh pengelola data kabupaten/kota atau provinsi sesuai kewenangannya.

Posting Komentar untuk "Prosedur Operasional Standar (pos) Penyelenggaraan Asesmen Nasional (an) Tahun 2022"