Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini dia Penjelasannya

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini dia  Penjelasannya


Pendidik.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, & Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini meluncurkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum yg sebelumnya bernama Kurikulum Prototipe ini ditujukan buat memulihkan pembelajaran pascapandemi Covid-19.
Di mana, dalam masa pandemi Covid-19 krisis pembelajaran yg ada berakibat pendidikan semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran (learning loss). Ditambah meningkatnya kesenjangan pembelajaran antarwilayah & antarkelompok sosial-ekonomi.


Dalam liputan pers waktu meluncurkan Kurikulum Merdeka dalam Jumat (11/dua), Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, semenjak Tahun Ajaran 2021/2022 Kurikulum Merdeka sudah diuji coba pada hampir 2.500 sekolah. Sekolah-sekolah tadi mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) dan 901 SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) menjadi bagian dari pembelajaran menggunakan paradigma baru.


Kurikulum ini diterapkan mulai berdasarkan TK-B, SD & SDLB kelas I & IV, Sekolah Menengah pertama & SMPLB kelas VII, SMA & SMALB dan SMK kelas X. Selanjutnya, Kurikulum Merdeka ini diperlukan bisa mulai digunakan mulai tahun ajaran 2022/2023 di jenjang Taman Kanak-kanak, SD, SMP, sampai Sekolah Menengah Atas.


Sebagai berita, saat ini terdapat 3 kurikulum pendidikan yang masih berlaku & diterapkan. Pertama merupakan Kurikulum 2013 secara penuh, kedua adalah Kurikulum Darurat – yaitu Kurikulum 2013 yg disederhanakan, & ketiga merupakan Kurikulum Merdeka.


Dalam pemulihan pembelajaran waktu ini, istilah Nadiem, satuan pendidikan diberikan kebebasan menentukan 3 kurikulum yang akan dipilih, atau menggunakan kata lain nir dipaksakan. “Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahapan kesiapan dirinya menggunakan Kurikulum Merdeka,” ujar Nadiem dikutip menurut rilis pers yg dikeluarkan.
Lalu, sebenarnya apa itu kurikulum merdeka?


Dikutip berdasarkan page situs kemdikbud.go.id, terdapat 5 pertanyaan dan jawaban yang setidaknya sanggup mewakili penerangan mengenai segala hal mengenai Kurikulum Merdeka. Mulai menurut pengertian, implementasi, sampai kriteria sekolah yang bisa menerapkan kurikulum baru ini.1. Apa itu Kurikulum Merdeka?

Pengertian Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yg beragam di mana konten akan lebih optimal supaya peserta didik memiliki cukup waktu buat mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.


Jadi, pada kurikulum ini nantinya pengajar memiliki keleluasaan buat memilih banyak sekali perangkat ajar sebagai akibatnya pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Baca Juga: Kompetensi yang Harus Dimiliki Pengajar Di Era Digital2. Mengapa Kurikulum Merdeka diharapkan?

Banyak studi, baik nasional maupun internasional, menunjukkan bahwa Indonesia sudah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yg cukup usang. Studi-studi tadi memberitahuakn, banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak sanggup memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar.


Dari temuan itu jua juga diperlihatkan kesenjangan pendidikan yg curam pada antarwilayah & gerombolan sosial pada Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah dampak merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan banyak sekali tantangan tadi, maka memerlukan perubahan yg sistemik, salah satunya melalui kurikulum.


Kurikulum menentukan materi yang diajarkan pada kelas. Kurikulum juga menghipnotis kecepatan dan metode mengajar yang digunakan pengajar buat memenuhi kebutuhan siswa. Untuk itulah Kemendikbudristek menyebarkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting pada upaya memulihkan pembelajaran menurut krisis yang sudah lama kita alami.3. Apa pergantian ini tidak terlalu cepat? Kesannya misalnya “Ganti Menteri Ganti Kurikulum”.

Diperlukan pemahaman sebelum berbicara mengenai pergantian kurikulum. Ada perbedaan antara kerangka kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan para pengajar buat menyusun kurikulum pada tingkat satuan pendidikan.


Sedangkan, kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum yang seharusnya secara periodik dievaluasi dan diperbaiki supaya sesuai menggunakan perubahan ciri siswa dan perkembangan gosip kontemporer.


Kerangka kurikulum nasional wajib menaruh ruang penemuan dan kemerdekaan, sebagai akibatnya bisa dan wajib dikembangkan lebih lanjut sang masing-masing sekolah. Jadi, pada dasarnya kerangka kurikulum nasional seharusnya nisbi tetap, tidak cepat berubah, tetapi bisa dimungkinkan buat adaptasi dan perubahan yg cepat pada tingkat sekolah.


Inilah yg dilakukan Kemendikbudristek dengan merancang Kurikulum Merdeka. Faktanya, laju perubahan kurikulum nasional sebenarnya nir terlalu cepat, bahkan melambat. apabila diperhatikan, sejak ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, laju perubahan kurikulum melambat berdasarkan KBK pada tahun 2004, KTSP pada tahun 2006, dan yg terakhir adalah Kurikulum 2013 (K-13) pada tahun 2013.


Kurikulum Merdeka baru akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan istilah lain, pergantian berikutnya baru akan terjadi setelah kurikulum yang sebelumnya (K-13) diterapkan selama 11 tahun dan melewati setidaknya empat menteri pendidikan. Maka, berita ini mematahkan pemeo “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”.4. Mengapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Mengapa tidak langsung ditetapkan untuk seluruh sekolah?


Terdapat dua tujuan primer yg mendasari kebijakan. Pertama, pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, ingin menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab buat membuatkan kurikulum yg sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah.

Kedua, dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan sedikit demi sedikit. Pemerintah mengemban tugas buat menyusun kerangka kurikulum. Sedangkan, bagaimana kurikulum tadi diterapkan merupakan tugas sekolah & swatantra bagi pengajar.


Pengajar sebagai pekerja profesional mempunyai wewenang bekerja secara otonom, menggunakan berlandaskan ilmu pendidikan. Sehingga, kurikulum antar sekolah mampu & seharusnya tidak selaras, sinkron dengan ciri anak didik & syarat sekolah, dengan tetap mengacu pada kerangka kurikulum yang sama.

Perubahan kerangka kurikulum menuntut adaptasi oleh seluruh elemen sistem pendidikan. Proses tadi membutuhkan pengelolaan yang cermat sebagai akibatnya membentuk impak yang kita inginkan, yaitu pemugaran kualitas pembelajaran & pendidikan pada Indonesia.


Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan opsi kurikulum menjadi keliru satu upaya manajemen perubahan. Perubahan kurikulum secara nasional baru akan terjadi pada 2024. Ketika itu, Kurikulum Merdeka telah melalui perulangan perbaikan selama 3 tahun pada beragam sekolah/madrasah & wilayah. Pada tahun 2024 akan terdapat relatif banyak sekolah/madrasah di tiap wilayah yg telah menilik Kurikulum Merdeka & nantinya sanggup menjadi mitra belajar bagi sekolah/madrasah lain.5. Apa kriteria sekolah yang boleh menerapkan Kurikulum Merdeka?

Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka buat memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yg ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta buat menyelidiki materi yg disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.


Setelah memeriksa materi tadi & sekolah tetapkan untuk mencoba menerapkannya, maka sekolah akan diminta buat mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya merupakan registrasi dan pendataan, bukan seleksi.


Jadi kesediaan ketua sekolah/madrasah & pengajar pada memahami dan mengadaptasi kurikulum pada konteks masing-masing sebagai kunci keberhasilan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka bisa diterapkan di seluruh sekolah/madrasah, tidak terbatas pada sekolah yang mempunyai fasilitas yang cantik dan di daerah perkotaan.


Jadi, nir ada seleksi dalam proses pendaftaran ini. Kemendikbudristek nantinya akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan donasi yg sinkron kebutuhan.Pintek Dukung Lembaga Pendidikan

Posting Komentar untuk "Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini dia Penjelasannya "